Kurikulum KTSP VS Kurikulum 2013

Kurikulum KTSP VS Kurikulum 2013

Salam anak bangsa!

Hello Readers, bagaimana kabarnya? Lama tak menyapa, membuat rindu ini menggunung dan melebur bagai arang bertebaran di udara blush. Masih tentang pendidikan nih readers, kali ini kita akan bersama-sama mengupas sedikit mengenai kurikulum, seperti yang kita tahu Kurikulum di Indonesia ada banyak, namun kali ini kita akan membahas tentang kurikulum KTSP dan Kurikulum 2013 lebih tepatnya , mungkin diantara rekan rekan sekalian masih bingung apa sih perbedaan kurikulum tersebut baiklah langsung saja ya, kita simak ke artikel yang satu ini........  

selamat membaca cool

APA ITU KTSP?

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) atau Kurikulum 2006 adalah sebuah kurikulum operasional pendidikan yang disusun oleh, dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan di Indonesia. KTSP secara yuridis diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Kurikulum KTSP bersifat desentralistik. Artinya, segala tata aturan yang dicantumkan dalam kurikulum, yang sebelumnya dirancang dan ditetapkan oleh pemerintah pusat, dalam KTSP sebagian tata aturan dalam kurikulum diserahkan untuk dikembangkan dan diputuskan oleh pihak di daerah atau sekolah.

APA ITU SI (Standar Isi)?

Standar isi adalah ruang lingkup materi, dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam persyaratan kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar isi merupakan pedoman untuk pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang memuat:

  • kerangka dasar, dan struktur kurikulum,
  • beban belajar,
  • kurikulum tingkat satuan pendidikan yang dikembangkan di tingkat satuan pendidikan, dan
  • kalender pendidikan.

APA KEGUNAAN SKL?

SKL digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. SKL meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. Kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati.

Pemberlakuan KTSP, sebagaimana yang ditetapkan dalam peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKL, ditetapkan oleh kepala sekolah setelah memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah. Dengan kata lain, pemberlakuan KTSP sepenuhnya diserahkan kepada sekolah, dalam arti tidak ada intervensi dari Dinas Pendidikan atau Departemen Pendidikan Nasional. Penyusunan KTSP selain melibatkan guru, dan karyawan juga melibatkan komite sekolah serta bila perlu para ahli dari perguruan tinggi setempat. Dengan keterlibatan komite sekolah dalam penyusunan KTSP maka KTSP yang disusun akan sesuai dengan aspirasi masyarakat, situasi, dan kondisi lingkungan, dan kebutuhan masyarakat.

Bagaimana Cara Penyusunan KTSP atau Prosedurnya?

KTSP mengikuti prosedur yang logis, dan sistematis. Prosedur ini perlu diikuti bukan saja deskripsi tugas tiap komponen terkait menjadi jelas, tetapi juga agar setiap madrasah yang tidak terlibat langsung dalam tim pengembangan memahami arah perencanaan yang ditetapkan. Dengan demikian perlu ditentukan Tim Pengembang Kurikulum Madrasah (TPKM), pengerja analisis konteks, pengkaji delapan standar pendidikan , penyusun draf dokumen, dan dokumen akhir, penghitung Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) setiap mata pelajaran, perevisi, dan pensosialisasi KTSP.

Struktur dan Muatan KTSP

Struktur Program Kurikulum 2006

SD

#

Komponen

Kelas

I

II

III

IV

V

VI

A.

Mata Pelajaran

1.

Pendidikan Agama

2

2

2

2

2

2

2.

Pendidikan Kewarganegaraan

2

2

2

2

2

2

3.

Bahasa Indonesia

4

4

4

4

4

4

4.

Bahasa Inggris

4

4

4

4

4

4

5.

Matematika

4

4

4

4

4

4

6.

Ilmu Pengetahuan Alam

4

4

4

4

4

4

7.

Ilmu Pengetahuan Sosial

4

4

4

4

4

4

8.

Seni Budaya

2

2

2

2

2

2

9.

Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

2

2

2

2

2

2

10.

Teknologi Informasi, dan Komunikasi

2

2

2

2

2

2

               

B.

Muatan local

1.

Bahasa Daerah

2

2

2

2

2

2

2.

Bahasa Asing

2

2

2

2

2

2

               

C.

Pengembangan Diri

2

2

2

2

2

2

Jumlah

36

36

36

36

36

36

SMP

#

Komponen

Kelas

VII

VIII

IX

A.

Mata Pelajaran

1.

Pendidikan Agama

2

2

2

2.

Pendidikan Kewarganegaraan

2

2

2

3.

Bahasa Indonesia

4

4

4

4.

Bahasa Inggris

4

4

4

5.

Matematika

4

4

4

6.

Ilmu Pengetahuan Alam

4

4

4

7.

Ilmu Pengetahuan Sosial

4

4

4

8.

Seni Budaya

2

2

2

9.

Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

2

2

2

10.

Teknologi Informasi, dan Komunikasi

2

2

2

         

B.

Muatan local

1.

Bahasa Daerah

2

2

2

2.

Bahasa Asing

2

2

2

         

C.

Pengembangan Diri

2

2

2

Jumlah

36

36

36

SMA

Program IPA

#

Komponen

Kelas

X

XI

XII

A.

Mata Pelajaran

1.

Pendidikan Agama

2

2

2

2.

Pendidikan Kewarganegaraan

2

2

2

3.

Bahasa Indonesia

4

4

4

4.

Bahasa Inggris

4

4

4

5.

Matematika

4

4

4

6.

Fisika

4

4

4

7.

Biologi

4

4

4

8.

Kimia

4

4

4

9.

Sejarah

2

2

2

10.

Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

2

2

2

11.

Seni dan Budaya

2

2

2

12.

Teknologi Informasi, dan Komunikasi

2

2

2

         

B.

Muatan local

1.

Bahasa Daerah

2

2

2

2.

Bahasa Asing

2

2

2

         

C.

Pengembangan Diri

2

2

2

Jumlah

42

42

42

Program IPS

#

Komponen

Kelas

X

XI

XII

A.

Mata Pelajaran

1.

Pendidikan Agama

2

2

2

2.

Pendidikan Kewarganegaraan

2

2

2

3.

Bahasa Indonesia

4

4

4

4.

Bahasa Inggris

4

4

4

5.

Matematika

4

4

4

6.

Sejarah

4

4

4

7.

Ekonomi

4

4

4

8.

Geografi

4

4

4

9.

Sosiologi

2

2

2

10.

Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

2

2

2

11.

Seni dan Budaya

2

2

2

12.

Teknologi Informasi, dan Komunikasi

2

2

2

         

B.

Muatan local

1.

Bahasa Daerah

2

2

2

2.

Bahasa Asing

2

2

2

         

C.

Pengembangan Diri

2

2

2

Jumlah

42

42

42

 

 

APA SIH KELEBIHAN KTSP?

Setelah kita ketahui, ternyata banyak terdapat kelebihan atau keunggulan dari KTSP ini, diantaranya adalah;

1.      mendorong terwujudnya otonomi sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan

2.      KTSP sangat memungkinkan bagi setiap sekolah untuk menitikberatkan dan mengembangkan mata pelajaran tertentu yang akseptabel bagi kebutuhan siswa

3.      KTSP akan mengurangi beban belajar siswa yang sangat padat

4.      Berbasis kompetensi sehingga peserta didik berada dalam proses perkembangan yang berkelanjutan dari seluruh aspek kepribadian

5.      Guru sebagai pengajar, pembimbing, pelatih, dan pengembang kurikulum

6.      Kurikulum yang humanis, yaitu memberikan kesempatan kepada furu untuk mengembangkan isi/konten kurikulum sesuai dengan kondisi sekolah, kemampuan siswa dankondisi daerahnya masing-masing

7.      Menggunakan pendekatan kompetensi yang menekankan pada pemahaman , kemampuan atau kompetensi terutama di sekolah yang berkaitan dengan pekerjaan masyarakat sekitar

8.      Standar kompetensi yang memperhatikan kemampuan individu, baik kemmapuan kecakapan belajar, maupun konteks social budaya

9.      Pengembangan kurikulum dilaksanakan secara desentralisasi (pada satuan tingkat pendidikan) sehingga pemerintah dan masyarakat bersama-sama menentukan standar pendidikan yang dituangkan dalam kurikulum

10.  Menegmbangkan ranah pengetahuan, sikap dan keterampilan berdasarkan pemahaman yang akan membentuk kompetensi individual

LALU, BAGAIMANA DENGAN KELEMAHAN KTSP?

Selain terdapat beberapa kelebihan, KTSP ini ternyata juga memiliki banyak kelemahan, diantaranya;

1.      Kurangnya SDM yang diharapkan mampu menjabarkan KTSP pada kebanyakan satuan pendidikan yang ada. Minimnya kualitas guru dan sekolah

2.      Kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung sebagai kelengkapan dari pelaksanaan KTSP

3.      Masih banyak guru yang belum memahami KTSP secara komprehensif baik konsepnya, penyusunannya, maupun praktiknya di lapangan

4.      Penerapan KTSP yang merekomendasikan pengurangan jam pelajaran akan berdampak berkurangnya pendapatan guru. Sulit untuk memenuhi kewajiban mengajar 24 jam, sebagai syarat sertifikasi guru untuk mendapat tunjangan profesi.

 

 

KURIKULUM 2013?

Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang berlaku dalam Sistem Pendidikan Indonesia. Kurikulum ini merupakan kurikulum tetap diterapkan oleh pemerintah untuk menggantikan kurikulum 2006 (yang sering disebut sebagai kurikulum tingkat satuan pendidikan) yang telah berlaku selama kurang lebih 6 tahun. Kurikulum 2013 masuk dalam masa percobaannya pada tahun 2013 dengan menjadikan beberapa sekolah menjadi sekolah rintisan.

ASPEK PENTING DALAM KURIKULUM 2013

Kurikulum 2013 memiliki empat aspek penilaian, yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan, aspek sikap, dan perilaku. Nilai dari aspek pengetahuan bisa didapat dari Ulangan Harian, Ujian Tengah / Akhir semester,dan Ujian Kenaikan Kelas. Pada kurikulum 2013, pengetahuan bukan aspek utama seperti pada kurikulum-kurikulum sebelumnya. Berikut aspek lainnya yang juga penting dimiliki;

Keterampilan

Keterampilan merupakan aspek baru dalam kurikulum di Indonesia. Keterampilan merupakan penekanan pada skill atau kemampuan. Misalnya adalah kemampuan untuk mengemukakan pendapat, berdiskusi/bermusyawarah, membuat laporan, serta berpresentasi. Aspek keterampilan merupakan salah satu aspek penting karena hanya dengan  pengetahuan, siswa tidak dapat menyalurkan pengetahuan tersebut sehingga hanya menjadi teori semata, dan menjadikannya sebagai peserta didik yang pasif.

Sikap

Aspek sikap merupakan aspek tersulit untuk dinilai. Sikap meliputi sopan santun, adab dalam belajar absensi, social, bagaimana dia bertigkah laku, menjalin pertemanan dengan sebaya, tingkah laku dengan lingkungannya, bagaimana bersikap terhadap guru, dan agama. Kesulitan penilaian dalam aspek ini karena guru tidak setiap saat mengawasi siswa-siswinya. Sehingga penilaian tidak terkontrol dengan baik, sehingga penilaian tidak begitu efektif.

MATA PELAJARAN PADA KURIKULUM 2013?

Mata Pelajaran

  1. Tingkat Sekolah Dasar
  1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
  2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
  3. Matematika
  4. Bahasa Indonesia
  5. Ilmu Pengetahuan Alam
  6. Ilmu Pengetahuan Sosial
  7. Seni Budaya dan Pra Karya (termasuk muatan local)
  8. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (termasuk muatan local)
  9. Bahasa Daerah (sesuai dengan kebijakan sekolah masing-masing)

Semua mata pelajaran di Sekolah Dasar disajikan secara terpadu integrative

  1. Tingkat Mengengah Pertama

Kelompok A (wajib)

  1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
  2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
  3. Matematika
  4. Bahasa Indonesia
  5. Ilmu Pengetahuan Alam
  6. Ilmu Pengetahuan Sosial
  7. Bahsa Inggris

Kelompok B (wajib)

  1. Seni Budaya (Rupa/Musik/Tari/Teater)
  2. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
  3. Prakarya (Rekayasa/Kerajinan/Budidaya/Pengolahan) dan Kewirausahaan
  4. Bahasa Daerah (sesuai dengan kebijakan sekolah masing-masing)
  1. Tingkat Menengah Atas

Kelompok A (wajib)

  1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
  2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
  3. Matematika
  4. Bahasa Indonesia
  5. Sejarah Indonesia
  6. Bahasa Inggris

Kelompok B (wajib)

  1. Seni Budaya (Rupa/Musik/Tari/Teater)
  2. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
  3. Prakarya (Rekayasa/Kerajinan/Budidaya/Pengolahan) dan Kewirausahaan

Kelompok C (peminatan)

  1. Ilmu Alam
  2. Ilmu Sosial
  3. Ilmu Bahasa
  4. Matematika
  5. Sejarah
  6. Bahasa Indonesia
  7. Fisika
  8. Geografi
  9. Nahasa Inggris
  10. Biologi
  11. Ekonomi
  12. Bahasa Asing
  13. Kimia
  14. Sosiologi
  15. Antropologi

LAPORAN BELAJAR

Laporan Belajar atau Rapor pada Kurikulum 2013 ditulis berdasarkan interval serta dihapuskannya system ranking. Hal ini dilakukan untuk meredam persaingan antar siswa. Penilaian pada Rapor Kurikulum 2013 dibagi menjadi 3 kolom yaitu Ppengetahuan, Keterampilan, dan Sikap. Setiap kolom nilai (Pengetahuan dan Keterampilan) dibagi lagi menjadi 2 kolom, yaitu kolom angka dan kolom huruf, setiap kolom diisi menggunakan nilai interval.

MENGAPA HARUS KURIKULUM 2013?

Beberapa alasan perlunya pengembangan Kurikulum 2013 adalah sebagai  berikut.

  1. Perubahan proses pembeajaran (dari siswa diberi tahu menjadi siswa mencari tahu) dan proses penilaian (dari berbasis output menjadi berbasis proses dan output)memerlukan penambahan jam pelajaran
  2. Kecenderunga banyak negara menambah jam pelajaran
  3. Perbandingan dengan negara-negara lain menunjukan jam pelajaran di Indonesia dengan negara lain relative lebih singkat.

KALAU BEGITU, APA YANG MENJADI TUJUAN KURIKULUM 2013?

Kurikulum 2013 bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia gara memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia.

Bagaimana? Sudah terbayang bukan mengenai Kurikulum 2013 ini, apa yang melatar belakangi dibentknya Kurikulum 2013, alasan, dan tujuannya. Kurikulum apapun yang dipakai di negara ini, yang terpenting adalah niat dan kesungguhan dari setiap masing-masing individu. Akan sangat disayangkan apabila Kurikulum yang telah terkonsep dengan sedemikian rupa, tetapi sumber daya manusianya tidak memanfaatkannya dengan optimal. Untuk para pelajar, mari kita bersama-sama membangun negeri yang kebih baik, berwal dari diri kita sendiri. Kamu punya potensi yang laur biasa, teruslah berkarya untuk bangsa! cool

 

 

 

 

0.0156s 0.8MB